Sman32garut.sch.id – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kerukunan umat beragama. Melalui program kerja bakti massal, organisasi ini menggerakkan ribuan relawannya untuk membersihkan 326 titik tempat ibadah yang tersebar di seluruh penjuru Bumi Sriwijaya.
Aksi sosial berskala besar ini bukan sekadar rutinitas organisasi semata. LDII Sumsel menjadikan momentum ini sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus menyambut hari-hari besar keagamaan dengan lingkungan yang asri dan suci. Para relawan turun langsung ke lapangan dengan membawa berbagai peralatan kebersihan sejak pagi buta.
Gerakan Serentak di 17 Kabupaten/Kota
Ketua DPW LDII Sumsel, Rahmatullah, memimpin langsung koordinasi gerakan ini dari pusat komando di Palembang. Ia memastikan bahwa seluruh pengurus di tingkat kabupaten, kota, hingga kecamatan terlibat aktif dalam menyukseskan program ini. Pihaknya mencatat partisipasi luar biasa dari warga LDII dan masyarakat sekitar dalam menyapu, mengepel, serta merapikan area rumah ibadah.
“Kami ingin memberikan kontribusi positif yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Tempat ibadah yang bersih akan meningkatkan kekhusyukan umat saat menjalankan ibadah,” ujar Rahmatullah saat meninjau salah satu lokasi kerja bakti.
Program ini menyasar berbagai jenis tempat ibadah tanpa memandang latar belakang aliran atau golongan. Meskipun mayoritas sasaran adalah masjid dan musala, relawan LDII di beberapa wilayah juga membantu membersihkan area sekitar gereja dan pura sebagai bentuk nyata toleransi antarumat beragama di Sumatera Selatan.
Fokus Kebersihan Luar dan Dalam
Para relawan tidak hanya membersihkan bagian dalam ruangan saja. Mereka melakukan pembersihan secara menyeluruh, mulai dari menyikat lantai kamar mandi dan tempat wudu, membersihkan langit-langit dari sarang laba-laba, hingga memotong rumput di halaman luar.
Inisiatif ini mendapatkan apresiasi tinggi dari para pengurus masjid (takmir) dan tokoh masyarakat setempat. Banyak warga yang merasa terbantu karena keterbatasan tenaga pembersih rutin di rumah ibadah mereka. Kehadiran tim LDII Sumsel menjadi solusi cepat bagi lingkungan yang memerlukan perawatan ekstra.
Detail Program Kerja Bakti LDII Sumsel:
| Kategori Program | Keterangan |
| Total Lokasi | 326 Tempat Ibadah (Masjid, Musala, dll) |
| Cakupan Wilayah | 17 Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan |
| Jumlah Personel | Ribuan Relawan LDII dan Warga Sekitar |
| Jenis Kegiatan | Sanitasi, Pengecatan Ringan, Kebersihan Lingkungan |
Memperkuat Ukhuwah Melalui Aksi Sosial
LDII Sumsel percaya bahwa dakwah tidak melulu melalui lisan di atas mimbar. Dakwah melalui perbuatan (bil hal) seringkali memberikan dampak yang lebih mendalam bagi masyarakat luas. Melalui sapu dan kain pel, para relawan menyebarkan pesan perdamaian dan kepedulian.
Aksi ini juga berfungsi sebagai sarana silaturahmi antara warga LDII dengan penduduk setempat. Kerja bakti ini memecah sekat-sekat sosial yang mungkin ada, sehingga tercipta komunikasi yang lebih harmonis. Mereka bekerja bahu-membahu, bercengkerama, dan menikmati hidangan ala kadar dari warga secara bersama-sama setelah pekerjaan selesai.
Mendukung Program Pemerintah Daerah
Langkah LDII Sumsel ini selaras dengan program Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang terus mendorong terciptanya lingkungan bersih dan sehat. Kebersihan tempat ibadah memiliki kaitan erat dengan kesehatan publik, terutama dalam mencegah penyebaran penyakit yang bersumber dari lingkungan yang kumuh.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sumsel memberikan jempol atas inisiatif mandiri ini. Pemerintah berharap organisasi kemasyarakatan lain mengikuti jejak LDII dalam menggerakkan potensi internal untuk kepentingan publik tanpa harus selalu bergantung pada bantuan dana pemerintah.
Inovasi LDII Sumsel dalam Pengelolaan Sampah Tempat Ibadah
Selain membersihkan fisik bangunan, LDII Sumsel juga memberikan edukasi singkat mengenai pengelolaan sampah kepada para pengurus tempat ibadah. Relawan menyarankan pemilahan sampah organik dan anorganik agar area rumah ibadah tetap terjaga keasriannya dalam jangka panjang.
Beberapa titik tempat ibadah bahkan menerima bantuan tempat sampah baru dari donasi warga LDII. Hal ini bertujuan agar jamaah memiliki kesadaran lebih tinggi untuk membuang sampah pada tempatnya, sehingga kebersihan yang sudah tercapai hari ini tidak hilang begitu saja besok hari.
Harapan Masa Depan: Program Berkelanjutan LDII Sumsel
Aksi membersihkan 326 tempat ibadah ini merupakan pembuka dari rangkaian agenda sosial LDII Sumsel sepanjang tahun 2026. Organisasi ini menargetkan kegiatan serupa secara berkala, minimal satu kali dalam tiga bulan di setiap daerah tingkat II.
“Kami tidak ingin gerakan ini hanya sekali jalan. Kami mendorong setiap PC (Pimpinan Cabang) dan PAC (Pimpinan Anak Cabang) untuk memiliki ‘masjid binaan’ di sekitar mereka. Kebersihan adalah sebagian dari iman, maka kami harus menjaganya setiap waktu,” tegas salah satu koordinator lapangan.
Keberhasilan program ini membuktikan bahwa kekuatan gotong royong masih sangat kental di tengah masyarakat Sumatera Selatan. Dengan koordinasi yang rapi dan niat yang tulus, sebuah organisasi mampu memberikan dampak besar bagi ratusan komunitas dalam waktu singkat.
Aksi nyata LDII Sumatera Selatan dalam membersihkan 326 tempat ibadah menjadi teladan bagi gerakan sosial di tingkat daerah. Melalui tenaga, keringat, dan semangat kebersamaan, mereka berhasil menciptakan ruang ibadah yang lebih nyaman bagi ribuan umat. Program ini menegaskan posisi LDII sebagai organisasi yang peduli terhadap aspek sosial dan religius secara seimbang.